Minggu 1

March 11, 2008 at 11:05 am (KUMPULAN BERITA)

Mentri Brazil Mundur karena Berlebihan gunakan Kartu Kredit dinasKamis, 07 Februari 2008 21:13 Brasilia-RoL–Mentri Urusan rasial Brazil mengundurkan diri, Jumat, sehubungan tuduhan bahwa ia menghabiskan dana secara tidak wajarkasus tersebut merupakan skandal terbaru yang melibatkan para pembantu Presiden Luiz Inacio Lula Silvia, sosok populer yang sebelumnya menjabat pemimpin serikat buruh.Matilde Ribeiro, perempuan yang menjabat menteri integrasi rasial, mengundurkan diri setelah media-media menyatakan dia menggunakan kartu kredit dinas secara berlebihan, salah satunya adalah untuk berbelanja di toko bebas bea.dia membelanjakan lebih dari 100 ribu reai(sekitar Rp540 juta) pada tahun lalu untuk satu perusahaan persewaan mobil. para ahli berpendapat seharusnya pengadaan itu dilakukan lewat lelang.”saya mengetahui saya salah,” katanya dalam konferensi pers di ibukota Brazil,Brasilia, yang berisi pengumuman pengunduran dirinya.sejak tahun 2005, beberapa penasehat tinggi Lula, termasuk menteri keuangan,kepala staf dan menteri energi, terpaksa mengundurkan diri akibat diduga melakukan kekeliruan.Lula membentuk kementrian untuk integrasi rasial, saat ia mulai menjabat presiden pada januari 2003 dengan tujuan menyelesaikan persoalan penduduk berkulit hitam Brazil serta mengurangi kesenjangan sosial ekonomi kulit hitam dengan kulit putih.Brazil salah satu negara terakhir yang mempraktikan perbudakan, menyatakan diri sebagai negara terbesar kedua yang memiliki warga kulit hitam. antara/reuters/abi(http://newyorkermen.multiply.com/links/item/168)diakses pada 04 Maret 2008 Brasil Bantah Langgar Sanksi PBBKapanlagi.com – Pemerintah Brazil, Rabu waktu setempat (Kamis WIB) membantah sebuah berita bahwa perusahaan-perusahaan Brazil melanggar sanksi-sanksi PBB terhadap Iran karena menjual barang-barang ke negara Islam itu. “Resolusi Dewan keamanan (PBB) tidak melarang ekspor gula, daging atau produk lain yang adalah bagian dari agenda ekspor kami ke Iran,” kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan. Kementerian itu menanggapi sebuah artikel di suratkabar Estado de Sao Paulo , Selasa yang menyatakan perusahaan-perusahaan Brazil melanggar sanksi-sanksi ekonomi terhadap Iran dengan mengekspor barang-barang ke negara itu melalui Uni Emirat Arab. Sebuah perusahaan daging ayam Brazil yang tidak disebut namanya dalam laporan itu mengatakan pelanggan terbesarnya di Iran adalah pemerintah negara itu. Dewan Keamanan PBB Desember 2006 dan Maret 2006 memberlakukan sanksi-sanksi terhadap Iran dalam usaha menekan negara itu menghentikan program pengayaan uraniumnya,yang AS kuatirkan dapat digunakan untuk membuat senjata-senjata nuklir. PBB sekarang sedang mempertimbangkan meningkatkan sanksi-sanksi itu. Pernyataan Kemlu itu mengatakan larangan-larangan PBB itu diterapkan hanya pada “barang-barang yang ada kaitannya dengan program-program nuklir dan rudal balistik.” Menurut kementerian perdagangan, Brazil menjual produk-produk seharga US$ 1,8 miliar ke Iran tahun lalu, dan membeli barang-barang dari Iran sekitar US$ 11 juta. (http://www.kapanlagi.com/h/0000212355.html)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: